bkbthi.com – Aston Villa menunjukkan semangat juang yang luar biasa dengan dua kali bangkit dari ketertinggalan untuk
mengamankan kemenangan 3-2 atas West Ham United di Liga Premier. Kemenangan ini menandai kemenangan tandang berturut-turut
pertama mereka melawan The Hammers sejak tahun 1996.
Pertandingan dimulai dengan penghormatan emosional untuk legenda West Ham, Billy Bonds. Namun, euforia tuan rumah
tidak berlangsung lama karena Mateus Fernandes mengejutkan Villa dengan gol kilat hanya 29 detik setelah kick-off, memanfaatkan
kesalahan Ezri Konsa. Gol tersebut menjadi gol tercepat di Liga Premier musim ini.
Villa tidak panik dan segera merespons. Pada menit ke-9, Ollie Watkins memberikan tekanan pada Konstantinos Mavropanos yang
akhirnya melakukan gol bunuh diri saat mencoba menghalau umpan silang dari John McGinn.
Meskipun Villa mendominasi penguasaan bola, West Ham kembali memimpin pada menit ke-24. Jarrod Bowen dengan sigap
menyundul bola muntah hasil tendangan Freddie Potts, memastikan posisinya onside berkat jebakan yang kurang sempurna dari Konsa.
Babak pertama berlangsung dengan tempo tinggi, diwarnai beberapa pelanggaran dan kartu kuning untuk Kamara dan Cash dari Villa.
Morgan Rogers berhasil menyamakan kedudukan bagi Villa lima menit memasuki babak kedua, dengan tenang mengontrol umpan
silang Youri Tielemans dan menaklukkan Alphonse Areola.
Kedua tim terus bermain terbuka, saling bertukar serangan. Tielemans dan Kamara melakukan blok penting untuk menggagalkan peluang West Ham,
sementara Areola melakukan penyelamatan gemilang untuk menepis tendangan keras Donyell Malen.
Bowen sempat mengira telah mencetak gol, tetapi dianulir karena offside tipis.
Rogers menjadi bintang kemenangan Villa dengan mencetak gol keduanya pada menit ke-80, melepaskan tendangan melengkung
dari jarak jauh yang tak mampu dihalau Areola. Ia hampir mencetak hat-trick di menit-menit akhir, tetapi usahanya masih melenceng tipis.
Kemenangan ini menjadi kemenangan kesembilan beruntun bagi Villa di semua kompetisi, menjaga mereka dalam perburuan
gelar Liga Premier dan semakin menenggelamkan West Ham di zona degradasi.

